KONSEP-KONSEP PENGEMBANGAN KURIKULUM
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu : Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag / Drs. Abd. Rozaq
Oleh :
KELOMPOK 3
1. ANIK HIDAYAH
2. NUR IZZATUN NISA’
3. MIFTAQUL ULUM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU)
JEPARA
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah pada Baginda Nabi Agung Muhammad SAW, dan segenap keluarganya, sahabatnya, dan segenap para pengikutnya.
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadlirat Ilahi yang telah memberikan nikmat dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Konsep – Konsep Pengembangan Kurikulum”. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum. Selain itu, penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang Konsep – Konsep pengembangan kurikulum.
Dalam proses pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan, dukungan, dan semangat dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag / Drs. Abd. Rozaq, selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum dan semua pihak yang telah bersedia membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Meskipun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik untuk makalah ini, namun penulis sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan maupun kekurangan. Oleh karena itu, saran, kritik, serta masukan yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan.
Jepara, Maret 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum 3
B. konsep konsep kurikulum 4
C. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum ..…………..…5
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan 9
DAFTAR PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Konsep-konsep pengembangan kurikulum memegang peranan penting dalam kegiatan pengembangan kurikulum. Sungguhnya konsep-konsep pengembangan kurikulum sangat penting bagi para pelaku pendidikan di lapangan terutama guru, kepala sekolah, pengawas bahkan anggota komite sekolah jika tidak memahami dengan baik keberadaan, kegunaan dan urgensi setiap konsep-konsep pengembangan kurikulum.
Salah satu fungsi pendidikan dan kurikulum bagi masyarakat adalah menyiapkan peserta didik untuk kehidupan di kemudian hari. Pemahaman tentang kurikulum sendiri merupakan salah satu unsur kompetensi paedagogik yang harus dimiliki seorang guru. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran pada peserta didik yang salah satunya kemampuan pengembangan kurikulum.
Dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang melaju cepat, menuntut kemajuan masyarakat sebagai pelaku pendidikan juga berkembang, untuk itu pemerintah melalui guru berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten sebagai produk hasil dari proses pendidikan. Maka dari itu perlu adanya pengembangan kurikulum sebagai modal dasar agar pembelajaran dapat berjalan lancar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah
1. Apa Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum?
2. Bagaimana konsep konsep kurikulum?
3. Bagaimana Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
2. Untuk mengetahui konsep konsep kurikulum.
3. Untuk mengetahui Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pegertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
Konsep kurikulum dalam arti luas atau modern tidak hanya mencakup tentang rencana pembelajaran saja. Akan tetapi juga mencakup tentang segala sesuatu yang nyata yang terjadi dalam proses pendidikan di sekolah, baik di dalam ataupun di luar kelas. Maka kurikulum bisa diartikan juga sebagai entitas pendidikan yang mengatur tentang kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
Dalam praktik pengembangan kurikulum sering terjadi cenderung hanya menekankan pada pemenuhan mata pelajaran. Artinya, isi atau materi yang harus dipelajari peserta didik hanya berpusat pada disiplin ilmu yang terstruktur, sistematis, dan logis, sehingga mengabaikan pengetahuan dan kemampuan aktual yang dibutuhkan sejalan perkembangan masyarakat.
Agar dapat mengembangkan kurikulum secara baik, pengembangan kurikulum semestinya memahami berbagai jenis konsep pengembangan kurikulum. Yang dimaksud dengan konsep pengembangan kurikulum dalam tulisan ini yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi konsep pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif konsep pengembangan, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.
B. Konsep-Konsep Kurikulum
Terdapat beberapa karakteristik atau konsep dalam kurikulum yang perlu dipahami. Walker (dalam Marsh, 2009: 9) mengemukakan tiga konsep dasar dalam kurikulum, meliputi isi, tujuan, dan organisasi.
Longstreet dan Shane (dalam Marsh, 2009: 9-10) mengemukakan empat konsep utama dalam kurikulum, yaitu: 1) society-oriented curriculum, yaitu tujuan sekolah adalah untuk melayani masyarakat; 2) student-centred curriculum, yaitu siswa adalah sumber daya atau input yang sangat penting dalam kurikulum; 3) knowledge-centred curriculum, yaitu ilmu pengetahuan adalah jantung dalam kurikulum; dan 4) eclectic curriculum.
Zainal Arifin (2011: 7) mengemukakan bahwa dalam studi tentang kurikulum dikenal beberapa konsep kurikulum, meliputi kurikulum ideal, kurikulum nyata, kurikulum tersembunyi, dan kurikulum dan pembelajaran.
Berikut akan diuraikan lebih lanjut tentang keempat konsep dalam kurikulum tersebut.
1. Kurikulum ideal (ideal curriculum), yaitu kurikulum yang berisi susuatu yang baik, yang diharapkan atau dicita-citakan, sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum.
2. Kurikulum nyata (real curriculum or actual curriculum), yaitu kegiatan-kegiatan nyata yang dilakukan dalam proses pembelajaran atau yang menjadi kenyataan dari kurikulum yang direncanakan, sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum. Kurikulum aktual ini seyogyanya sama dengan kurikulum ideal, atau sekurang-kurangnya mendekati kurikulum ideal, meskipun tidak mungkin sama dengan kenyataannya.
3. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu segala esuatu yang mempengaruhi peserta didik secara positif ketika sedang mempelajari sesuatu. Pengaruh ini mungkin dari pribadi guru, peserta didik itu sendiri, suasana pembelajaran, dan sebagainya. Kurikulum tersembunyi terjadi ketika berlangsungnya kurikulum ideal atau dalam kurikulum nyata. Kurikulum tersembunyi sangat kompleks, sukar diketahui, dan sukar dinilai. Gordon, orang pertama yang memperkenalkan istilah hidden curriculum, berpendapat bahwa sikap sebaiknya diajarkan di lingkungan pendidikan formal (keluarga) melalui hidden curriculum.
4. Kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instruction), yaitu dua istilah yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perbedaannya hanya terletak pada tingkatannya. Kurikulum menunjuk pada suatu program yang bersifat umum, untuk jangka lama, dan tidak dapat dicapai dalam waktu seketika, sedangkan pembelajaran bersifat realitas atau nyata, bersifat khusus dan harus dicapai saat itu juga. Pembelajaran adalah implementasi kurikulum secara nyata dan bertahap yang menuntut peran aktif peserta didik
Adapun tiga konsep kurikulum antara lain :
1. Kurikulum sebagai suatu substansi, yaitu suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid disekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai.
2. Kurikulum sebagai suatu sistem, yaitu Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem mayarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaiman cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan dan mengevaluasi serta menyempurnakannya.
3. Kurikulum sebagai suatu bidang studi, yaitu merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sitem kurikulum
C. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi (winarno Surahmad: 9 dalam Burhan Nurgiyantoro, 2008:9-11)
1. Tujuan
Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan inilah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum sekolah, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah, yaitu:
a. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan
Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusonal atau kelembagaan. Di dalam sebuah kurikulum sekolah, terdapat dua macam tujuan institusional, yaitu tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya.
b. Tujuan yang ingin dicapai setiap bidang studi.
Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional di atas yang meliputi tujuan kurikulum dan instruksional yang terdapat dalam setiap GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. Baik tujuan kurikulum maupuan instrusional juga mencakup askpek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapakan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi dan pokok bahasan dalam proses pengajaran.
2. Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar-mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Jadi, ia berdasarkan kriteria apakah suatu bidang studi menopang tujuan itu atau tidak. Berdasarkan kriteria itu maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah misalnya SMA, akan berbeda dengan sekolah lain misalnya SMK.
Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenarnya adalah isi kurikulum itu sendiri, atau ada juga yang menyebutkan sebagai silabus. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan, serta uraian bahan pelajaran. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Penentuan pokok-pokok dan sub pokok bahasan didasarkan pada tujuan instruksional.
3. Organisasi
Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu srtuktur horisontal dan struktur vertikal. Struktur horisontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk penyusunan mata pelajaran itu dapat secara terpisah (separate subject), kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated), atau penyatuan seluruh pelajaran (integrated). Tercakup pula di sini adalah jenis-jenis program pendidikan umum, akademis, keguruan, keterampilan, dan lain-lain.
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas, tanpa kelas, atau gabungan antara keduanya, dengan sistem unit semester atau caturwulan. Termasuk dalam hal ini adalah juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk tiap tingkat. Misalnya bidang studi bahsa indonesia, diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I, II, dan III. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain.
4. Strategi
Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah. Masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode pengajaran, alat atau media pengajaran, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk seluruh bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul, paket pelajaran, dan sebagainya
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Pegertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
Yang dimaksud dengan konsep pengembangan kurikulum dalam tulisan ini yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi konsep pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif konsep pengembangan, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.
2. Konsep-Konsep Kurikulum
Adapun tiga konsep kurikulum antara lain :
a. Kurikulum sebagai suatu substansi,.
b. Kurikulum sebagai suatu sistem.
c. Kurikulum sebagai suatu bidang studi
3. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Iif Khoiru, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Jakarta. Prestasi Pustaka.
Dakir. 2004. Perencanan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Rineka Cipta.
Hamid, Hamdani, dkk. 2013. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung. Pustaka Setia.
Mulyasa, E. 2006. Kurikulum yang Disempurnakan. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Nurgiyanto, Burhan. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah: Sebuah Pengantar Teoretis dan Pelaksanaan. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta. cet. ke-2.
Sukmadinata, Nana Syaodih . 2005. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Bandung. Remaja Rosdakarya. cet. ke-7.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran . Jakarta. Rajawali Press. Ed. 3.
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Pengembangan Kurikulum
Dosen Pengampu : Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag / Drs. Abd. Rozaq
Oleh :
KELOMPOK 3
1. ANIK HIDAYAH
2. NUR IZZATUN NISA’
3. MIFTAQUL ULUM
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA (UNISNU)
JEPARA
2017
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang menguasai sekalian alam. Sholawat dan salam semoga tetap tercurah pada Baginda Nabi Agung Muhammad SAW, dan segenap keluarganya, sahabatnya, dan segenap para pengikutnya.
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadlirat Ilahi yang telah memberikan nikmat dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah ini dengan judul “Konsep – Konsep Pengembangan Kurikulum”. Makalah ini ditujukan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum. Selain itu, penulis berharap semoga makalah ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang Konsep – Konsep pengembangan kurikulum.
Dalam proses pembuatan makalah ini, penulis mendapat bantuan, dukungan, dan semangat dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag / Drs. Abd. Rozaq, selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum dan semua pihak yang telah bersedia membantu penulis dalam penyusunan makalah ini.
Meskipun penulis sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menyajikan yang terbaik untuk makalah ini, namun penulis sebagai manusia biasa tidak luput dari kesalahan maupun kekurangan. Oleh karena itu, saran, kritik, serta masukan yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan.
Jepara, Maret 2017
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL i
KATA PENGANTAR ii
DAFTAR ISI iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang 1
B. Rumusan Masalah 1
C. Tujuan Penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum 3
B. konsep konsep kurikulum 4
C. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum ..…………..…5
BAB IV PENUTUP
A. Simpulan 9
DAFTAR PUSTAKA 10
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Konsep-konsep pengembangan kurikulum memegang peranan penting dalam kegiatan pengembangan kurikulum. Sungguhnya konsep-konsep pengembangan kurikulum sangat penting bagi para pelaku pendidikan di lapangan terutama guru, kepala sekolah, pengawas bahkan anggota komite sekolah jika tidak memahami dengan baik keberadaan, kegunaan dan urgensi setiap konsep-konsep pengembangan kurikulum.
Salah satu fungsi pendidikan dan kurikulum bagi masyarakat adalah menyiapkan peserta didik untuk kehidupan di kemudian hari. Pemahaman tentang kurikulum sendiri merupakan salah satu unsur kompetensi paedagogik yang harus dimiliki seorang guru. Kompetensi paedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran pada peserta didik yang salah satunya kemampuan pengembangan kurikulum.
Dengan berkembangnnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang melaju cepat, menuntut kemajuan masyarakat sebagai pelaku pendidikan juga berkembang, untuk itu pemerintah melalui guru berusaha mewujudkan sumber daya manusia yang kompeten sebagai produk hasil dari proses pendidikan. Maka dari itu perlu adanya pengembangan kurikulum sebagai modal dasar agar pembelajaran dapat berjalan lancar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
B. RUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas adalah
1. Apa Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum?
2. Bagaimana konsep konsep kurikulum?
3. Bagaimana Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui Pengertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
2. Untuk mengetahui konsep konsep kurikulum.
3. Untuk mengetahui Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pegertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
Konsep kurikulum dalam arti luas atau modern tidak hanya mencakup tentang rencana pembelajaran saja. Akan tetapi juga mencakup tentang segala sesuatu yang nyata yang terjadi dalam proses pendidikan di sekolah, baik di dalam ataupun di luar kelas. Maka kurikulum bisa diartikan juga sebagai entitas pendidikan yang mengatur tentang kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler.
Dalam praktik pengembangan kurikulum sering terjadi cenderung hanya menekankan pada pemenuhan mata pelajaran. Artinya, isi atau materi yang harus dipelajari peserta didik hanya berpusat pada disiplin ilmu yang terstruktur, sistematis, dan logis, sehingga mengabaikan pengetahuan dan kemampuan aktual yang dibutuhkan sejalan perkembangan masyarakat.
Agar dapat mengembangkan kurikulum secara baik, pengembangan kurikulum semestinya memahami berbagai jenis konsep pengembangan kurikulum. Yang dimaksud dengan konsep pengembangan kurikulum dalam tulisan ini yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi konsep pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif konsep pengembangan, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.
B. Konsep-Konsep Kurikulum
Terdapat beberapa karakteristik atau konsep dalam kurikulum yang perlu dipahami. Walker (dalam Marsh, 2009: 9) mengemukakan tiga konsep dasar dalam kurikulum, meliputi isi, tujuan, dan organisasi.
Longstreet dan Shane (dalam Marsh, 2009: 9-10) mengemukakan empat konsep utama dalam kurikulum, yaitu: 1) society-oriented curriculum, yaitu tujuan sekolah adalah untuk melayani masyarakat; 2) student-centred curriculum, yaitu siswa adalah sumber daya atau input yang sangat penting dalam kurikulum; 3) knowledge-centred curriculum, yaitu ilmu pengetahuan adalah jantung dalam kurikulum; dan 4) eclectic curriculum.
Zainal Arifin (2011: 7) mengemukakan bahwa dalam studi tentang kurikulum dikenal beberapa konsep kurikulum, meliputi kurikulum ideal, kurikulum nyata, kurikulum tersembunyi, dan kurikulum dan pembelajaran.
Berikut akan diuraikan lebih lanjut tentang keempat konsep dalam kurikulum tersebut.
1. Kurikulum ideal (ideal curriculum), yaitu kurikulum yang berisi susuatu yang baik, yang diharapkan atau dicita-citakan, sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum.
2. Kurikulum nyata (real curriculum or actual curriculum), yaitu kegiatan-kegiatan nyata yang dilakukan dalam proses pembelajaran atau yang menjadi kenyataan dari kurikulum yang direncanakan, sebagaimana dimuat dalam buku kurikulum. Kurikulum aktual ini seyogyanya sama dengan kurikulum ideal, atau sekurang-kurangnya mendekati kurikulum ideal, meskipun tidak mungkin sama dengan kenyataannya.
3. Kurikulum tersembunyi (hidden curriculum), yaitu segala esuatu yang mempengaruhi peserta didik secara positif ketika sedang mempelajari sesuatu. Pengaruh ini mungkin dari pribadi guru, peserta didik itu sendiri, suasana pembelajaran, dan sebagainya. Kurikulum tersembunyi terjadi ketika berlangsungnya kurikulum ideal atau dalam kurikulum nyata. Kurikulum tersembunyi sangat kompleks, sukar diketahui, dan sukar dinilai. Gordon, orang pertama yang memperkenalkan istilah hidden curriculum, berpendapat bahwa sikap sebaiknya diajarkan di lingkungan pendidikan formal (keluarga) melalui hidden curriculum.
4. Kurikulum dan pembelajaran (curriculum and instruction), yaitu dua istilah yang berbeda tetapi tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Perbedaannya hanya terletak pada tingkatannya. Kurikulum menunjuk pada suatu program yang bersifat umum, untuk jangka lama, dan tidak dapat dicapai dalam waktu seketika, sedangkan pembelajaran bersifat realitas atau nyata, bersifat khusus dan harus dicapai saat itu juga. Pembelajaran adalah implementasi kurikulum secara nyata dan bertahap yang menuntut peran aktif peserta didik
Adapun tiga konsep kurikulum antara lain :
1. Kurikulum sebagai suatu substansi, yaitu suatu kurikulum, dipandang orang sebagai suatu rencana kegiatan belajar bagi murid-murid disekolah, atau sebagai suatu perangkat tujuan yang ingin dicapai.
2. Kurikulum sebagai suatu sistem, yaitu Sistem kurikulum merupakan bagian dari sistem persekolahan, sistem pendidikan, bahkan sistem mayarakat. Suatu sistem kurikulum mencakup struktur personalia, dan prosedur kerja bagaiman cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan dan mengevaluasi serta menyempurnakannya.
3. Kurikulum sebagai suatu bidang studi, yaitu merupakan bidang kajian para ahli kurikulum dan ahli pendidikan dan pengajaran. Tujuan kurikulum sebagai bidang studi adalah mengembangkan ilmu tentang kurikulum dan sitem kurikulum
C. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi (winarno Surahmad: 9 dalam Burhan Nurgiyantoro, 2008:9-11)
1. Tujuan
Kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan inilah yang dijadikan arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum sekolah, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang akan atau harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah, yaitu:
a. Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan
Tujuan ini biasanya meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan. Itulah sebabnya tujuan ini disebut tujuan institusonal atau kelembagaan. Di dalam sebuah kurikulum sekolah, terdapat dua macam tujuan institusional, yaitu tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinstitusionalannya.
b. Tujuan yang ingin dicapai setiap bidang studi.
Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional di atas yang meliputi tujuan kurikulum dan instruksional yang terdapat dalam setiap GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi. Baik tujuan kurikulum maupuan instrusional juga mencakup askpek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapakan dimiliki anak setelah mempelajari tiap bidang studi dan pokok bahasan dalam proses pengajaran.
2. Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar-mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan. Jadi, ia berdasarkan kriteria apakah suatu bidang studi menopang tujuan itu atau tidak. Berdasarkan kriteria itu maka jenis bidang studi yang diberikan pada suatu sekolah misalnya SMA, akan berbeda dengan sekolah lain misalnya SMK.
Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenarnya adalah isi kurikulum itu sendiri, atau ada juga yang menyebutkan sebagai silabus. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-sub pokok bahasan, serta uraian bahan pelajaran. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Penentuan pokok-pokok dan sub pokok bahasan didasarkan pada tujuan instruksional.
3. Organisasi
Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu srtuktur horisontal dan struktur vertikal. Struktur horisontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk penyusunan mata pelajaran itu dapat secara terpisah (separate subject), kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated), atau penyatuan seluruh pelajaran (integrated). Tercakup pula di sini adalah jenis-jenis program pendidikan umum, akademis, keguruan, keterampilan, dan lain-lain.
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas, tanpa kelas, atau gabungan antara keduanya, dengan sistem unit semester atau caturwulan. Termasuk dalam hal ini adalah juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk tiap tingkat. Misalnya bidang studi bahsa indonesia, diberikan selama berapa jam tiap minggu pada SMP/SMA kelas I, II, dan III. Demikian pula halnya dengan bidang-bidang studi yang lain.
4. Strategi
Dengan komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah. Masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode pengajaran, alat atau media pengajaran, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan pengajaran misalnya dilakukan dengan pendekatan PPSI (berlaku untuk seluruh bidang studi) atau dengan cara lain seperti sistem pengajaran modul, paket pelajaran, dan sebagainya
BAB III
PENUTUP
A. SIMPULAN
1. Pegertian dan Konsep Pengembangan Kurikulum
Yang dimaksud dengan konsep pengembangan kurikulum dalam tulisan ini yaitu langkah atau prosedur sistematis dalam proses penyusunan suatu kurikulum. Dengan memahami esensi konsep pengembangan kurikulum dan sejumlah alternatif konsep pengembangan, para pengembang kurikulum diharapkan akan bisa bekerja secara lebih sistematis, sistemik dan optimal. Sehingga harapan ideal terwujudnya suatu kurikulum yang akomodatif dengan berbagai kepentingan, teori dan praktik, bisa diwujudkan.
2. Konsep-Konsep Kurikulum
Adapun tiga konsep kurikulum antara lain :
a. Kurikulum sebagai suatu substansi,.
b. Kurikulum sebagai suatu sistem.
c. Kurikulum sebagai suatu bidang studi
3. Komponen Konsep-Konsep Pengembangan Kurikulum
Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi
DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Iif Khoiru, dkk. 2011. Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP. Jakarta. Prestasi Pustaka.
Dakir. 2004. Perencanan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta. Rineka Cipta.
Hamid, Hamdani, dkk. 2013. Pendidikan Karakter Perspektif Islam. Bandung. Pustaka Setia.
Mulyasa, E. 2006. Kurikulum yang Disempurnakan. Bandung. Remaja Rosdakarya.
Nurgiyanto, Burhan. 2008. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah: Sebuah Pengantar Teoretis dan Pelaksanaan. Yogyakarta. BPFE Yogyakarta. cet. ke-2.
Sukmadinata, Nana Syaodih . 2005. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Bandung. Remaja Rosdakarya. cet. ke-7.
Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran . Jakarta. Rajawali Press. Ed. 3.
Komentar
Posting Komentar